Jumat, 24 Desember 2010

dolanan khas indonesia

Dolanan Khas Indonesia

Dhakon/Congklak

Dhakon, media yang terdiri dari kurva berjajar (sawah) dengan jumlah tertentu dan di masing-masing ujungnya terdapat lubang besar (lumbung). Untuk memainkan diperlukan biji asam (klungsu), biji sawo (kecik) atau kerikil/batu kecil. Jumlah biji sesuai dengan jumlah sawah, misalnya terdapat 7 pasang sawah, maka kecik berjumlah 7 x 7 x 2 = 98 buah. Setelah lubang dhakon kedua belah pihak diisi oleh biji, dan mulai mengecerkan biji dalam satu sawah ke sawah lain secara memutar. Proses tersebut terus berlangsung hingga biji terajgir menemukan sawah kosong miliknya, dan bisa mengambil semua biji di sawah seberangnya. Demikianlah pemain menjalankan bijinya bergantian sampai habis dan pemenang adalah yang lumbungnya paling banyak.


  Egrang
 Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantai atau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan telah dibuat selama ratusan tahun[1].

Terdapat beberapa jenis egrang, yakni:
Egrang pegangan
Egrang pasak
Egrang drywall
Egrang pegas

permainan boi-boian

Permainan ini lumayan terkenal di jagad dolanan bocah, tapi ada yang menyebut dengan nama lain yang aku tahu baru disebut dengan boi-boian, gebokan dan boi itu sendiri,eitsss... lupa??? ada yang nyebut juga dengan nama permainan pecah piring, namanya kok aneh ya.. ya gitulah emang aneh. Permainan ini minimal terdiri dari banyak anak soalnya(klo dah pake soal kayaknya sulit nie) kalo Cuma sendiri kan nggak seru..., nggak asyik...., angak rame....... dan nggak-nggak yang lain deh....
Yang dibutuhkan dalam permainan ini Cuma pecahan genteng atau yang sederajat untuk disusun keatas sehingga berbentuk menara dan bola kasti serta tenaga yang ekstra soalnya (tukan dah pake soalnya lagi) permainan ini membutuhkan tenaga untuk lari.
Gebokan. Ini biasanya menggunakan pecahan genteng yang disusun keatas sehingga berbentuk menara dan kemudian kita akan menjatuhkan susunan itu dari jarak jauh dengan bola kasti dan jika susunan itu terjatuh maka lawan harus menyusun kembali pecahan genteng kemudian mengambil bola kasti dan melempar bola kasti ke arah kita. Kemenangan ditandai dengan berdirinya menara pecahan genteng dan tubuh kita terkena bola kasti.
Sebelum bermain, anak-anak pada ngumpulin pecahan genteng. Biasanya batu yang digunakan adalah yang datar dan nggak terlalu besar jumlahnya sekitar 10 buah, yang bisa ditumpuk., batu-batu ini ditumpuk dan disusun jadi menara. Permainan di awali dengan hompipah. Bagi anak yang menang pertama dalam hompipah berhak melempar tumpukan pecahan genteng itu dari jarak jauh dengan bola kasti dan yang dalam hompipah tadi kalah harus menjaga tumukan pecahan genteng. Bila lemparan bola tidak mengenai tumpukan maka lemaran dillanjutkan oleh pemenang kedua dalam hompipah tadi dan yang jaga adalah pemain pertama yang tadi gagal mmegenai sasaran saat melempar. Dan seterusnya sampai tumpukan ambruk. Nah... ini dia yang seruuuuu.. Setelah tumpukan ambruk anak-anak yang tadi tidak menjaga cepat-cepat lari (biasanya batas untuk lari sudah ditentukan) karena si penjaga akan mengambil bola kasti yang tadi dipakai untuk melempar tumpukan kini akan digunakan untuk melempar temanya dan yang terkena lemparan harus menggatikannya untuk jaga dan melempar temanya. Selain harus lari anak-anak yang nggak jaga juga mempunyai tugas penting yaitu harus menyusun tumukan genteng. Intinya, tugas anak-anak yang nggak jaga adalah menyusun kembali tumpukan gpecahan genteng tersebut. Anak yang jaga akan menghalangi proses rekonstruksi ulang menara ini (alah si putri, bahasanya……) dengan melempari mereka dengan bola tenis. Melempar bolanya ga boleh jalan, apalagi lari, hanya boleh melempar dari tempat berdiri/tempat memungut bola. Kalau kena, anak-yang-tidak-jaga-yang-kena bola akan tukeran dengan anak yang jaga, melanjutkan misi-menghalangi-rekonstruksi-menara-batu. Kalau menara berhasil disusun, permainan berakhir. Kalau permainan dilanjutkan, yang dapat giliran jaga adalah anak-jaga di permainan terakhir permainanpun akan terus berlanjut sampai hujan tiba(tiba dari mana?) atau mereka dicari orang tuanya karena sudah malam.

permainan bentengan 

 Permainan betengan ini di beberapa daerah seringkali dikenal sebagai rerebonan di daerah jawa barat sedang di daerah lain juga di kenal dengan nama prisprisan, omer, jek-jekan.
Benteng, adalah permainan yang dimainkan oleh dua kelompok, masing - masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing - masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, pohon atau pilar sebagai 'benteng'.
Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih 'benteng' lawan dengan menyentuh pohon, tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan ketika menyentuh markasnya. meneriakkan kata benteng………... Berarti telah memenangkan permainan, kemudian ermainan dapat di mulai lagi. Kemenangan juga bisa diraih dengan 'menawan' seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi 'penawan' dan yang 'tertawan' ditentukan dari waktu terakhir saat si 'penawan' atau 'tertawan' menyentuh 'benteng' mereka masing - masing.
Orang yang paling dekat waktunya ketika menyentuh benteng berhak menjadi 'penawan' dan bisa mengejar dan menyentuh anggota lawan untuk menjadikannya tawanan. Tawanan biasanya ditempatkan di sekitar benteng musuh. Tawanan juga bisa dibebaskan bila rekannya dapat menyentuh dirinya. Kejar-kejaran antar pemainpun terjadi maka diperlukan tenaga ekstra.
Dalam permainan ini, biasanya masing - masing anggota mempunyai tugas seperti 'penyerang', 'mata - mata, 'pengganggu', dan penjaga 'benteng'. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.

permainan gasing
Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.

Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.

Gerakan gasing berdasarkan efek giroskopik. Gasing biasanya berputar terhuyung-huyung untuk beberapa saat hingga interaksi bagian kaki (paksi) dengan permukaan tanah membuatnya tegak. Setelah gasing berputar tegak untuk sementara waktu, momentum sudut dan efek giroskopik berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya bagian badan terjatuh secara kasar ke permukaan tanah.

Bola Bekel

Permainan bola bekel merupakan permainan yang menggunakan bola berwarna-warni yang terbuat dari bahan karet serta biji yang berbentuk khusus yang terbuat dari bahan kuningan.

Cara permainan:

Di dalam permainan ini setelah menentukan orang yang mulai terlebih dahulu, permainan dimulai dengan melemparkan bola ke atas serta menghamparkan biji ke lantai. Setelah bola memantul, bola tersebut harus segera diambil kembali.

Selanjutnya, para pemain harus mengambil satu per satu biji yang terhampar secara langsung. Setelah terambil biji-biji tersebut semuanya, biji dihamparkan kembali serta diambil sekaligus dua buah biji. Begitu selanjutnya sampai sejumlah biji yang dimainkan.

Setelah mengambil biji secara langsung selesai, maka kini pemain harus mengubah biji menjadi bentuk tertentu sebelum diambil. Urutan posisinya yaitu pit (bentuk seperti kursi), ro (kebalikan dari posisi pit), cin (singkatan dari licin yakni posisi miring tanpa ada bintik di permukaan biji), dan peng (singkatan dari kata bopeng yaitu posisi miring dengan tanda ada bintik di permukaan biji). Dalam permainan ini biasanya biji yang digunakan berjumlah 6 hingga 10 biji.

Para pemain ini akan mengalami kekalahan di dalam permainan ketika bola memantul lebih dari sekali, tidak dapat menangkap bola, lupa mengubah salah satu biji menjadi posisi tertentu saat sudah mencapai tahap permainan pit, ro, cin atau peng maupun ketika dalam permainan menyentuh biji yang harus diambil. Pemenang dalam permainan ini adalah pemain yang mencapai level paling tinggi di dalam permainan.



 permainan gobag sodor

Inti nya : Permainan ini terdiri dari dua tim, dimana masing-masing tim terdiri dari 3 orang. Inti permainannya adalah mencegat lawan agar tidak bisa lolos ke baris terakhir. Biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis. Kalo udah maenan ini bisa sampe keringetan deh.

Keterangan:
Galah Asin atau di daerah lain disebut Galasin atau Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 – 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.

Manfaat :

* Meningkatkan kemampuan fisik.
* Melatih kemampuan membaca gerak tubuh/gesture.
* Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kemampuan menyusun strategi lebih baik
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar